Latest Tweets:

Akhir-akhir ini saya sangat terobsesi untuk dapat pergi ke luar negeri. Dahulu saya  tidak tertarik apabila ada teman yang bercerita ingin belajar dan melanjutkan kuliah di Jepang, Jerman, atau manalah. Bukan karena saya tidak tertarik ke luar negeri juga, tapi saat itu saya pikir peluang saya untuk bisa ke luar negeri sangat kecil. Uang dan tabungan saya rasanya eman kalo cuma buat itu saja, sedangkan jika mengandalkan beasiswa saya menyadari jika otak saya diciptakan pas-pasan, alhamdulillah bodo bgt kagak, jenius juga kagak. Akan tetapi setelah membaca novel A Fuadi yang berjudul “Ranah 3 Warna” opsesi tersebut mulai muncul, dan saya tidak menyangka bahwa opsesi tersebut bak bola salju yang menggelindng semakin lama semakin besar.  Didukung dengan lingkungan saya yang sangat memotivasi terwujudnya obsesi tersebut. Bersama teman saya seringkali percakapan ini muncul (dan kami menyukai mengucapkannya)
YM: “yas… mau ke jepang”
RF: “tar sore ya mb yun…”

Mon, May 14, 2012 4:32 pm sebuah email masuk di inbox saya
Peluang pertama untuk keluar negeri datang, yaitu ke Jerman. Ingin sekali saya tidak melewatkan kesempatan ini. Akan tetapi masalah utama ada pada biaya. Meskipun mungkin saya dapat mengusahakannya dengan mengajukan proposal bantuan dana ke universitas, perusahaan, dan lain-lain namun untuk mendapatkan 3 juta dalam waktu 2 minggu itu itu sangat tidak mudah. Sedangkan tabungan saya yang ada sekarang saya persiapkan untuk membayar SP pada awal bulan Juni besok. tapi entahlah.. “Semoga bulan September besok bisa berangkat”
#Bersambung

Akhir-akhir ini saya sangat terobsesi untuk dapat pergi ke luar negeri. Dahulu saya  tidak tertarik apabila ada teman yang bercerita ingin belajar dan melanjutkan kuliah di Jepang, Jerman, atau manalah. Bukan karena saya tidak tertarik ke luar negeri juga, tapi saat itu saya pikir peluang saya untuk bisa ke luar negeri sangat kecil. Uang dan tabungan saya rasanya eman kalo cuma buat itu saja, sedangkan jika mengandalkan beasiswa saya menyadari jika otak saya diciptakan pas-pasan, alhamdulillah bodo bgt kagak, jenius juga kagak. Akan tetapi setelah membaca novel A Fuadi yang berjudul “Ranah 3 Warna” opsesi tersebut mulai muncul, dan saya tidak menyangka bahwa opsesi tersebut bak bola salju yang menggelindng semakin lama semakin besar.  Didukung dengan lingkungan saya yang sangat memotivasi terwujudnya obsesi tersebut. Bersama teman saya seringkali percakapan ini muncul (dan kami menyukai mengucapkannya)

YM: “yas… mau ke jepang”

RF: “tar sore ya mb yun…”

Mon, May 14, 2012 4:32 pm sebuah email masuk di inbox saya

Peluang pertama untuk keluar negeri datang, yaitu ke Jerman. Ingin sekali saya tidak melewatkan kesempatan ini. Akan tetapi masalah utama ada pada biaya. Meskipun mungkin saya dapat mengusahakannya dengan mengajukan proposal bantuan dana ke universitas, perusahaan, dan lain-lain namun untuk mendapatkan 3 juta dalam waktu 2 minggu itu itu sangat tidak mudah. Sedangkan tabungan saya yang ada sekarang saya persiapkan untuk membayar SP pada awal bulan Juni besok. tapi entahlah.. “Semoga bulan September besok bisa berangkat”

#Bersambung

"Kenapa gw nggak bisa suka sama orang yang udah suka sama gw duluan aja sih."

R Fitrianingtyas

Remind IKRAR 22 MARET

-FAIL-

Ternyata sangat susah memperjuangan “konsistensi”, satu kata yang mudah diucapkan namun sangat susah untuk menjalaninya. Apa yang telah saya ikrarkan pada 22 Maret lalu tak berjalan seperti yang direncankan. Kalender digital di laptop saya sekarang ini telah menunjukkan tanggal 4 Mei 2012. Jika dihitung-hitung minimal 7 tulisan harusnya telah saya hasilkan untuk mendokumentasikan perjalan hidup yang telah saya alami. Tetapi hasilnya??!

(Source: deepmindwander, via achmadlutfi)

"Get closer to Allah first before getting close to anyone else. Allah without a man still Allah, but a man without Allah is nothing."

Yuanita Meilani yang dapet dari tumblr juga

"Sehalus-halusnya musibah adalah ketika kedekatan kita dengan Allah perlahan-lahan tercabut. Dan itu biasanya ditandai dengan menurunnya kualitas ibadah."

Aa Gym (via achmadlutfi)

(Source: aisyahelmasyitoh, via achmadlutfi)

(Source: thebeautyofislam, via achmadlutfi)